Shafiyyah Hanum, Perempuan yang Jernih dan Lembut

Alhamdulillah, genap satu minggu ini, rumah kami telah diramaikan oleh kehadiran putri nan cantik. Kami beri nama Shafiyyah Hanum. Ya, genap satu minggu, karena si cantik ini dilahirkan Senin lalu, tanggal 5 Mei 2014, pukul 11.44, persis bersamaan dengan adzan Dhuhur. Banyak orang turut bergembira, banyak selamat dialamatkan kepada kami, orang tuanya, dan hanya kepada Allah SWT kami memuji syukur.

Betul, namanya Shafiyyah Hanum. Shafiyyah diambil dari nama dua shahabiyyah. Shafiyyah pertama, diambil dari nama istri Nabi SAW, Shafiyyah binti Huyay, seorang keturunan Yahudi dari bani Nadhzir. Shafiyyah selanjutnya adalah ibunda dari pengawal setia Nabi SAW, Zubair bin Awwam, yakni Shafiyyah binti Abdul Muthalib. Keduanya merupakan wanita perkasa.


Shafiyyah binti Huyay dikenal dengan kecerdasannya, serta Shafiyyah binti Abdul Muthalib dikenal dengan keberaniannya. Namun, kata ‘shafiyyah’ sendiri bermakna jernih serta murni. Pemberian nama ini tak ada kaitan sama sekali dengan pesohor manapun. Ia terlahir dari niat menuruti sabda Rasul SAW dalam riwayat Imam Muslim yang berarti, “Sesungguhnya mereka memberikan nama (pada anak-anak mereka) dengan nama-nama para nabi dan orang-orang sholih.”

Sedangkan nama Hanum sendiri merupakan tambahan do’a, agar kelak putri kami memiliki naluri perempuan yang lembut. Ya, ‘hanum’ berarti lembut. Tuntunan para Ulama pun, nama anak lebih disukai yang hanya terdiri dari satu atau dua suku kata. Tidak terlampau panjang, dan mudah dilafalkan. Bukan pula nama yang mengandung unsur-unsur yang dilarang dalam Islam.

Shafiyyah Hanum lahir di usia pernikahan kami yang berumur setahun. Berat badannya saat lahir 2,8 kg, dengan panjang 48 cm. Ini merupakan amanah yang diberikan oleh Allah SWT kepada keluarga kecil kami, disamping jawaban atas do’a-do’a kami sepanjang malam agar dikaruniai keturunan.

Kejernihan dan kemurnian yang dibalut dengan kelembutan merupakan do’a kami, orang tuanya, yang disematkan pada nama Shafiyyah Hanum. Karena Shafiyyah Hanum, lahir dimasa kejernihan dalam berpikir telah banyak dibutakan oleh nafsu duniawi.

Kata para ulama, dunia sudah memasuki senja. Kiamat telah dekat. Hanya pada kejernihan dan kemurnian lah, segala sesuatunya mesti dikembalikan, ya kembali pada Agama yang fitrah, jernih dan murni, yakni Islam. Hanum juga sematan do’a karena disaat yang sama, kelembutan hanya ditemui dalam dunia dongeng yang dimulai dengan frasa ‘pada jaman dahulu kala’.

Akhir kata, kami berdua, orang tuanya hanyalah manusia yang masih terus belajar menjadi orang tua seutuhnya dari amanah yang Allah SWT karuniakan. Bisa jadi kami luput dalam mendidiknya, dan menjaganya dalam kefitrahan sesuai janji manusia di alam ruh. Karena itu, perkenankanlah kami berdo’a:

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (Al Baqarah: 128). Tabik.

Note: Artikel ini dibuat sepekan setelah kelahiran putri pertama kami: Shafiyyah Hanum.
Bang Doel Seorang pekerja sosial yang suka dengan gadget dan dunia digital. Untuk kontak silakan hubungi kopiteknodotcom@gmail.com.

3 Responses to "Shafiyyah Hanum, Perempuan yang Jernih dan Lembut"

  1. Barakallah Bang Doel atas kelahiran putrinya

    ReplyDelete
  2. blog baru ya mas? hehe..
    selamat atas kelahiran putri nya yaa.. semoga menjadi anak yang solehah, berbakti kepada orang tua. Amiinn

    ReplyDelete
  3. Wahhh, selamat atas kelahiran bayinya,, yehe

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel